ketika senja hari menyinggahi taman suropati
by. endang susanti rastamadji
menikmati sisi lain jakarta. geriap pohonan tropis terkaca dikolam. minus ikan arogansi kursi besi yang kita duduki. terendam pesona lukisan; panorama agraris. ditepi imajinasi seorang pelukis metropolis, teman kita. dalam taman itu, sahabatku tarian debu-debu begitu antusias membalut figur-figur perunggu karya seni tiga dimensi. para perupa asia tenggara. keindahan yang carut marut, kau nikmati saja, tanpa kata-kata. dan beginilah akhirnya: ada saatnya kita tak beda dengan benda-benda. tak berdaya menonton dan ditonton, kapan saja saat energi terasa habis. keletihan begitu kejam menikam-nikam. menyihir keinginan kita. terdiam diledek dengus musim. gelisah terhanyut galau suasana.
uap sibuk jalan thamrin, sudirman dan gatot soebroto tak beresonansi di suropati. tanpa kata-kata, kita nikamti sentuhan angin yang berkesiur lambat mencumbui persilangan boulevard. bersama-sama kita ikuti, bagaimana langit sedikit demi sedikit menyembunyikan matahari dari tatapan lesu senja. tanpa kata-kata kita saksikan daun-daun tropis bergugurran saling mendahului, mencelupkan diri kedasar kolam. mengapung. terayun-ayun terus saja kita pandangi. hingga terasa gumam-gumam kesendirian yang tidak kosong.
kemudian, terlonjakkah kita ditaman itu? oleh suara hiruk pikuk: gelak tawa orang lain, celoteh bayi atau gonggongan sepasang spaniel bercanda. sedang angin masih memainkan konser yang sama. berkesiur. mengantar burung-burung kecil kembali ke sarangnya. ketenangan ini, seperti dalam dongeng fairy tale! seperti mimpi! daun-daun tropis ritmis berguguran. dan kita rasakan begitu derasnya lesat waktu. berkelebat, memanggil-manggil. untuk bangkit, bekerja, berbuat apa saja. hingga keriangan masa kecil pun berlepasan satu persatu. nyaris habis dicuri rumit jadwal serta agenda. fragmen demi fragmen, akumulasi peristiwa berpendaran saat kita akhirnya berdiri gamang. seperti terjaga dari mimpi. foto-foto dengan senyuman yang mungkin dipaksakan. dan segala kenangan serta merta berkelabatan. bersama detak nadi menafaskan kata-kata murni: sebuah puisi.










tulisan yang manis
aroengbinang
July 15, 2007
cobain deh nongkrong di tamsur pas malem minggu… sapa tau ntar bisa ktemu hehehe
salam buat babeh penjual minuman
caplang™
July 20, 2007